Untuk memperkuat pemahaman kita tentang knowledge management saya akan mengutip beberapa pengertiam menurut pendapat para ahli tentang knowledge management
Horwitch dan Armacost, mendefinisikan manajemen pengetahuan sebagai pelaksanaan
penciptaan, penangkapan, pentransferan, dan pengaksesan pengetahuan dan
informasi yang tepat ketika dibutuhkan untuk membuat keputusan yang lebih baik,
bertindak dengan tepat, serta memberikan hasil dalam rangka mendukung strategi
bisnis.
-
Davidson dan Voss, mendefisinikan manajemen pengetahuan sebagai sistem yang memungkinkan
perusahaan menyerap pengetahuan, pengalaman, dan kreatifitas para stafnya untuk
perbaikan kinerja perusahaan.
-
Santoso dan Surmach, menyatakan bahwa manajemen pengetahuan merupakan proses dimana perusahaan
melahirkan nilai – nilai dari intelectuall
dan aset yang berbasiskan pengetahuan.
-
Bergerson, manajemen
pengetahuan merupakan suatu pendekatan yang sistematik untuk mengelola aset
intelektual dan informasi lain sehingga memberikan keunggulan bersaing bagi
perusahaan.
-
Shelda Debowski, Knowledge
management adalah proses dalam mengidentifikasi, menangkap, mengorganisasi dan
menyebarkan aset-aset intelektual yang sangat penting untuk kinerja jangka
panjang organisasi.
-
Tiwana, Mendefinisikan
knowledge management secara luas dalam arti memanajemini pengetahuan sebagai
“.......... management of organizational knowledge for creating business value
and generating a competitive advantage.
J Jadi Knowledge management ialah
suatu rangkaian kegiatan yang digunakan oleh organisasi atau perusahaan
untuk mengidentifikasi, menciptakan, menjelaskan dan mendistribusikan
pengetahuan untu digunakan kembali, diketahui dan dipelajari dalam
sebuah organisasi.
Kegiatan ni biasanya
terkait dengan objektif organisasi dan ditujukan untuk mencapai suatu
hasil tertentu seperti pengetahuan bersama, peningkatan kinerja,
keunggulan kompetitif atau tingkat inovasi yang lebih tinggi.
”
Knowledge management memberikan kemampuan untuk mencipta, mengkomunikasikan,
dan menerapkan pengetahuan yang diperlukan dan berguna bagi pencapaian semua
jenis tujuan bisnis. Tiwana juga menjelaskan “knowledge management is the
ability to create and retain greater value from core business competencies.”
Knowledge
management menyelesaikan masalah bisnis partikular mencakup penciptaan dan
penyebaran barang atau jasa inovatif, mengelola dan memperbaiki hubungan dengan
para pelanggan, mitra dan pemasok, juga mengadministrasi serta meningkatkan
praktek dan proses kerja.
3.
Elemen
– Elemen Knowledge Management
1. People
Knowledge
Management berasal dari orang. People merupakan bentuk dasar untuk membentuk
knowledge baru. Tanpa ada orang tidak akan ada knowledge.
2. Technology
Merupakan infrastruktur teknologi yang standar, konsisten, dan dapat diandalkan dalam mendukung alat-alat perusahaan.
Merupakan infrastruktur teknologi yang standar, konsisten, dan dapat diandalkan dalam mendukung alat-alat perusahaan.
3. Processes
Yang
terdiri dari menangkap, menyaring, mengesyahkan, mentransformasikan, dan
menyebarkan knowledge ke seluruh perusahaan dilengkapi dengan menjalankan
prosedur dan proses tertentu.
4.
Tujuan
Penerapan Knowledge Management
Implementasi
knowledge management atau manajemen pengetahuan akan memberikan pengaruh
positif terhadap proses bisnis perusahaan baik secara langsung maupun tidak
langsung, beberapa manfaat knowledge management atau manajemen pengetahuan bagi
perusahaan antara lain:
1. Penghematan
waktu dan biaya. Dengan adanya sumber pengetahuan yang terstruktur dengan baik,
maka perusahaan akan mudah untuk menggunakan pengetahuan tersebut untuk konteks
yang lainnya, sehingga perusahaan akan dapat menghemat waktu dan biaya.
2. Peningkatan
aset pengetahuan. Sumber pengetahuan akan memberikan kemudahaan kepada setiap
karyawan untuk memanfaatkannya, sehingga proses pemanfaatan pengetahuan di
lingkungan perusahaan akan meningkat, yang akhirnya proses kreatifitas dan
inovasi akan terdorong lebih luas dan setiap karyawan dapat meningkatkan
kompetensinya.
3. Kemampuan
beradaptasi. Perusahaan akan dapat dengan mudah beradaptasi dengan perubahan
lingkungan bisnis yang terjadi.
4. Peningkatan
produktfitas. Pengetahuan yang sudah ada dapat digunakan ulang untuk proses
atau produk yang akan dikembangkan, sehingga produktifitas dari perusahaan akan
meningkat.
Jenis penerapan knowledge management
Jenis penerapan knowledge management
a. Tacit Knowledge
Adalah manajemen
pengetahuan yang sulit dilihat secara kasat mata, atau bersifat
personal. Pengetahuan ini dikembangkan melalu pengetahuan yang sulit
untuk di formulasikan dan dikembangkan. Pengetahuan ini biasanya tidak
terlihat dalam bentuk tulisan namun dapat terukur melalui kinerja
seseorang.
b. Explicit Knowledge
Bersifat formal dan
sistematis yang mudah dikomunikasikandan dibagi (Carrillo et al., 2004).
Menurut pernyataan Polanyi (1996) pada saat Tacit Knowledge dapat
dikontrol dalam benak seseorang, explicit knowledge justru harus
bergantung pada pemahaman dan aplikasi secara tacit, maka dari itu semua
pengetahuan berakar dari tacit knowledge. Secara umum explicit
knowledge dapat dijabarkan sebagai:
· Dapat diucapkan secara tepat dan resmi
· Mudah disusun, didokumentasikan, dipindahkan, dibagi, dan dikomunikasikan.
Penerapan explicit
knowledge ini lebih mudah karena pengetahuan yang diperoleh dalam bentuk
tulisan atau pernyataan yang didokumentasikan, sehingga setiap karyawan
dapat mempelajarinya secara independent.
penerapan contoh explicit knowledge adalah adanya Standard Operational Procedure (SOP) yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan mengenai manajemen yang ada disuatu perusahaan.
penerapan contoh explicit knowledge adalah adanya Standard Operational Procedure (SOP) yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan mengenai manajemen yang ada disuatu perusahaan.
Menurut Sulastiyo,Standard adalah sebagai langkah awal untuk mendapatkan derajat
kesesuaian suatu produk, dibandingkan dengan harapan-harapan tamu. Oleh
sebab itu, agar suatu jenis pekerjaan dapat menghasilkan produk yang
standard dari waktu ke waktu, maka cara-cara mengerjakan untuk
mengasilkan produk tersebut juga harus dilakukan dengan cara-cara yang
standard pula. Yang dimaksud dengan produk yang standard adalah:
a. Memiliki derajat kesesuaian untuk pemakai
b. Setiap jenis produk yang dihasikan untuk digunakan secara konsisten memiliki spesifikasi yang sama.
Keuntungan-keuntungan yang dapat diperoleh dengan adanya atau digunakannya standard Operation Procedure adalah:
a. Mempunyai nilai sebagai alat atau saluran komunikasi bagi manajemen dengan para staff dan para pelaksananya.
b. Standard
Operation Procedure juga dapat digunakan sebagai alat acuan untuk
melaksanakan pelatihan baik bagi para staff dan karyawan, serta bagi
karyawan baru.
c. Standard
Operation Procedure dapat mengurangi waktu yang terbuang, dengan
demikian diharapkan akan meningkatkan produktivitas kerja bagi manajemen
ataupun bagi para staff dan karyawan.
d. Standard
Operation Procedure dapat dilaksanakan secara lebih konsisten, dan
menjamin terciptanya produk yang standar, sekalipun dikerjakan oleh
orang-orang yang berbeda dan waku pelaksanaan yang tidak bersamaan.
e. Technology,
merupakan salah satu elemen pokok yang terdapat pada knowledge
management, dikenal sebagai media yang mempermudah penyebaran explicit
knowledge.

