TUGAS
PENGANTAR MANAJEMEN PENDIDIKAN
MANAJEMEN
PERUBAHAN
DOSEN
: Prof. Dr. Mukhneri Mukhtar, M.Pd
ASISTEN
DOSEN : Dede Hamdani, M.Pd
Hello.... jumpa lagi.. kali ini saya bakal ngebahas yang
temanya MANAJEMEN PERUBAHAN, seperti biasa yang pertama akan saya bahas adalah
pengertian yang diberikan oleh beberapa para ahli.
Ø Menurut Prof. Dr. J. Winardi,
manajemen perubahan adalah
upaya yang ditempuh manajer untuk memanajemen perubahan secara efektif, dimana
diperlukan pemahaman tentang persoalan motivasi, kepemimpinan, kelompok,
konflik, dan komunikasi.
Ø Menurut Wibowo
Dalam bukunya Manajemen
Perubahan, Manajemen perubahan adalah suatu proses secara sistematis dalam menerapkan
pengetahuan, sarana dan sumber daya yang diperlukan untuk mempengaruhi
perubahan pada orang yang akan terkena dampak dari proses tersebut.
Dalam beberapa ahli diatas
mengenai definisi manajemen perubahan saya dapat mengambil kesimpulan bahwa
manajemen perubahan adalah proses dimana situasi yang dapat mempengaruhi baik
individu,kelompok,ataupun organisasi yang dapat menuju perubahan ke arah yang
positif atau negatif.
Nah setelah
tau pengertian dari manajemen perubahan, kini saya akan membahas tentang mazhab
perubahan.
Mazhab
Perubahan
Mahzab perubahan adalah
jalan atau cara peralihan dari waktu ke waktu.Dikatakan mahzab bagi seseorang
jika cara atau jalan tersebut menjadi ciri khasnya, sedangkan perubahan adalah
hal (keadaan) berubah.
Ada tiga mazhab pemikiran sebagai pembentuk fondasi untuk
bersandarnya teori-teori managemen :
1.
Mazhab
Perspektif Individual
Pedukung mazhab ini dibagi
menjadi dua kelompok yaitu :
Ø Psikolog
Behavioris
Memandang
perilaku sebagai hasil interaksi seseorang dengan lingkungannya.
Ø Gestalt-Field
Bahwa
perilaku seseorang merupakan pengaruh dari lingkungan dan penalaran dalam
pembelajaran yang merupakan suatu proses perolehan atau perubahan wawasan,
pandangan, ekspektasi atau pola pemikiran.
2.
Mazhab
Dinamika Kelompok
Mazhab
ini menekankan pada pencapaian perubahan organisasi melalui tim atau kelompok kerja,
ketimbang pada individu. Jadi,yang dimaksud disini ialah individu bukan tidak
mempengaruhi perubahan-perubahan yang terjadi di dalam organisasi sama sekali,
namun faktor terbesar terjadinya perubahan yaitu dari kelompok kerja.
3.
Mazhab
Sistem Terbuka
Perubahan salah satu
sistemnya berdampak pada bagian lain dalam sistem, akhirnya pada kinerja
keseluruhan. Jadi,perubahan dan sistem dalam organisasi saling berkaitan satu
sama lain.
Organisasi dipandang sebagai
sistem “terbuka” dijelaskan dalam dua sudut pandang yaitu :
1. Organisasi berorientasi dengan lingkungan eksternalnya
2. Organisasi secara internal saling
berkaitan satu sama lain
Mahzab
dari manajemen perubahan adalah sebagai berikut :
a.
Manajemen
Tradisional
Manajemen
tradisional adalah manajemen yang pada mulanya berkembang secara alamiah yang
berorientasi fisik. Siapa yang berkuasa dialah yang menjadi pemimpin atau
manajer. Manajemen ini berperinsip pada garis keturunan.
Adapun ciri-cirinya sebagai berikut :
1. Tidak sepenuhnya menghasilkan efisiensi
produksi dan keharmonisan kerja
2. Manajer mengalami kesulitan-kesulitan dan
frustasi karena karyawan tidak selalu
mengikuti pola-pola perilaku yang rasional.
3. Karyawan bertanggung jawab atas perkerjaan
tertentu yang berulang-ulang.
b.
Manajemen
Klasik
Manajemen klasik
timbul dari kebutuhan akan pedoman untuk mengelola organisasi yang kompleks,
misalnya sebuah pabrik. Manajemen itu tidak dilahirkan, tetapi dapat diajarkan,
asalkan prinsip-prinsip yang ada mendasari dan teori umum manajemen dapat
diterapkan. Menurut Fayol (Robbins and Coulter, 1999) manajemen adalah sebuah
kegiatan umum dari semua usaha manusia dalam bisnis, pemerintahan, dan rumah
tangga. Ia mengungkapkan ada 14 prinsip manajemen yang merupakan kebenaran
universal yang merupakan prinsip umum manajemen, yaitu :
1. Pembagian
Kerja
2. Otoritas
3. Tata
Tertib
4.
Kesatuan Komando
5. Kesatuan
Arah
6. Subrodinasi
kepentingan-kepentingan individu terhadap kepentingan umum
7. Balas
jasa
8. Sentralisasi
9. Hierarki
10.
Tatanan
11.
Kesamaan
12. Kemantapan
para karyawan dalam pekerjaan
13. Inisiatif
14. Semangat
c.
Manajemen
Hubungan Manusiawi
Teori
hubungan manusia adalah teori yang menggambarkan cara-cara bagaimana manajer
berhubungan dengan bawahannya. Aliran ini muncul karena manajer mendapati bahwa
pendekatan klasik tidak dapat dicapai dengan keserasian sempurna. Masih
terdapat kesulitan dimana bawahan tidak selalu mengikuti pola tingkah laku
rasional dan dapat diduga. Perlu ada upaya untuk mengingatkan hubungan
antarmanusia agar organisasi lebih efektif. Aliran ini untuk memperkuat aliran
klasik, yaitu dengan menambahkan wawasan sosial dan psikologi.
d. Manajemen Modern
Manajemen modern adalah
perluasan dari manajemen ilmiah.
Dalam manajemen modern,
konsep manajemen dibagi menjadi :
1. Manajemen berdasarkan hasil
2. Manajemen berdasarkan tanggungjawab social
3. Manajemen berdasarkan sasaran
4. Manajemen berdasarkan pengcualian
5. Manajemen terapan
Teori
Manajemen Perubahan
v Teori Perubahan Korporat
Teori
ini digagas oleh Kurt Lewin (1951) yang dikenal sebagai bapak manajemen
perubahan, karena ia dianggap sebagai orang pertama dalam ilmu sosial yang
secara khusus melakukan studi tentang perubahan secara ilmiah. Konsepnya
dikenal dengan model force-field yang diklasifikasi sebagai model power-based
karena menekankan kekuatan-kekuatan penekanan.
Menurutnya,
perunbahan terjadi karena munculnya tekanan-tekanan terhadap organisasi,
individu, atau kelompok. Ia berkesimpulan bahwa kekuatan tekanan (driving
force) akan berhadapan dengan penolakan (resistences) untuk berubah.
Langkah-langkah yang dapat diambil untuk mengelola perubahan :
a.
Unfreezing(Pencairan), merupakan suatu proses penyadaran tentang perlunya, atau
adanya kebutuhan untuk berubah.
b.
Changing(perubahan/perpindahan), merupakan langkah tindakan untuk perubahan
c.
Refreezing(pembekuan kembali), membawa kembali organisasi kepada keseimbangan
yang baru
v Teori Motivasi,
Teori
ini dipelopori Berckhard dan Harris (1987) yang merumuskan teori-teori motivasi
untuk berubah. Mereka menyimpulkan perubahan akan terjadi kalau ada sejumlah
syarat, yaitu:
a.
Manfaat-biaya. Manfaat yang diperoleh lebih besar dari pada biaya perubahan.
b.
Ketidakpuasan. Adanya ketidak puasan yang menonjol terhadap keadaan sekarang.
c.
Persepsi Hari Esok. Manusia dalam suatu organisasi melihat hari esok yang
dipersepsikan lebih baik.
d.
Cara yang praktis. Ada cara praktis yang dapat ditempuh untuk keluar dari
situasi sekarang.Jika dirumuskan secara matematika sederhana menjadi persamaan
sebagai berikut :
A B C > D
Keterangan : A=Ketidakpuasan; B=Persepsi Hari Esok; C=Ada
cara yang praktis; D=Biaya untuk melakukan perubahan.
v Teori Proses Perubahan Manajerial
Teori
ini ditemukan Beer et al. (1990.Menurut
teori ini, untuk menghasilkan perubahan secara manajerial perlu dilakukan
hal-hal sebagai berikut:
Memobilisasi
energi para stakeholders untuk mendukung perubahan, dengan melibatkan mereka
dalam menganalisis dan mendiagnosis masalah-masalah yang menghambat daya saing
organisasi.
Mengembangkan visi serta strategi untuk
mengelola dan menghasilkan daya saing yang positif
Mengupayakan
konsensus terhadap visi baru sehingga visi tersebut diterima sebagai kebenaran
dan dikerjakan tanpa pertentangan.
Memperluas revitalisasi pada seluruh
departemen dalam organisasi.
Mengkonsolidasi perubahan melalui
kebijakan-kebijakan strategi yang diformulasikan, struktur, sistem, dan
sebaginya.
5 Kegiatan Kontribusi dari Manajemen
Perubahan yang Efektif
1. Motivasi perubahan ; Anggota organisasi
2. Menciptakan visi perubahan
;Manajer,direktur/CEO
3. Membangun dukungan politik
4. Mengelola transisi perubahan
5. Mempertahankan momentum perubahan
Pelaku Perubahan
1. Legitimacy of change :Para perilaku perubahan dengan kekuasaan
yang resmi.Misalnya,Presiden
2. Instigators of change :Pendorong perubahan
3. Facilitators of change :Fasilitator perubahan
Karakteristik dan Ciri Perilaku
Perubahan
1. Memiliki pemikiran yang inovatif
2. Selalu mencari hal-hal yang
baru&menantang
3. Perasaan ingin selalu melihat organisasinya
berkembang
4. Pandai berorganisasi
Pentingnya
Manusia dalam Organisasi
Keberadaan
suatu organisasi didalamnya terdapat
manusia yang melakukan peranan berbeda-beda, demikian pula karakteristik
berbeda-beda pula antara satu dengan yang lainnya. Tidak ada manusia yang
mempunyai persamaan dan perbedaan mutlak satu sama lain, tetapi manusia dalam
organisasi seringkali diperlakukan sama. Misalnya menetapkan prosedur, jam
kerja, peraturan, uraian tugas dan semacamnya semuanya diciptakan dengan
berasumsi bahwa manusia dalam organisasi itu adalah sama. Manusia sebagai
anggota organisasi memiliki peranan sangat penting karena kemajuan atau
kemunduran suatu organisasi sangat ditentukan oleh kualitas, kuantitas dan
moralitas manusia dalam organisasi.Dalam organisasi manusia bisa mendapatkan
banyak manfaat seperti mengembangkan kemampuan yang dimiliki,bersosialisasi
dengan orang lain dan yang terpentingkan memberikan pengalaman dalam hidup.
Perubahan
Lingkungan Organisasi
Perubahan-perubahan dalam lingkungan organisasi dapat berwujud
perkembangan teknologi, perubahan kondisi ekonomi dan politik, perubahan
kualitas dan sikap anggota, semakin pentingnya tanggung jawab sosial
organisasi, dsb. Pengelolaan perubahan secara efektif tidak hanya diperlukan
bagi kelangsungan hidup organisasi tetapi juga sebagai tantangan pengembangan.
Faktor-faktor yang menimbulkan atau menyebabkan perubahan, berasal baik dari
luar maupun dalam organisasi. Berbagai faktor dalam lingkungan eksternal yang
menentukan kemampuan organisasi untuk menarik sumber daya : SDM dan bahan baku
yang dibutuhkan atau untuk memproduksi dan memasarkan barang-barang atau
jasa-jasanya, menjadi salah satu kelompok kekuatan penyebab perubahan. Berbagai
faktor dalam lingkungan internal yang memengaruhi organisasi melaksanakan
kegiatan-kegiatannya, juga merupakan kelompok yang menyebabkan timbulnya
perubahan dalam organisasi.