TUGAS PENGANTAR MANAJEMEN PENDIDIKAN
STRUKTUR ORGANISASI
DOSEN : Prof. Dr. Mukhneri Mukhtar, M.Pd
ASISTEN DOSEN : Dede Hamdani, M.Pd

Guys, maaf ya saya lagi tidak banyak komen dengan post kali ini hehe, soalnya ngejar target nih jadi saya akan langsung bahas ke inti-intinya aja yaaa....
A. Definisi para Ahli
1.    Menurut Robbins dan Coulter
  Struktur organisasi dapat diartikan sebagai kerangka kerja formal organisasi
yang dengan kerangka kerja itu tugas-tugas pekerjaan dibagi-bagi,
dikelompokkan, dan dikoordinasikan.
2.    Menurut Hasibuan
Struktur organisasi yaitu menggambarkan tipe organisasi, pendepartemenan organisasi, kedudukan dan jenis wewenang pejabat, bidang dan hubungan pekerjaan, garis perintah dan tanggungjawab, rentang kendali dan sistem pimpinan organisasi.
Dari beberapa definisi menurut para ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa struktur organisasi merupakan suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian posisi yang ada pada suatu organisasi dalam menjalankan suatu kegiatan untuk mencapai tujuan. 


4 Elemen Struktur Organisasi
Empat elemen dalam struktur organisasi yaitu :
1. Adanya spesialisasi kegiatan kerja
2. Adanya standardisasi kegiatan kerja
3. Adanya koordinasi kegiatan kerja
4. Besaran seluruh organisasi.


Komponen Dasar Struktur Organisasi
1.  Kompleksitas
2.  Formalisasi
3.  Sentralisasi

Ø  Kompleksitas
Mempertimbangkan perbedaan-perbedaan di dalam organisasi baik perbedaan dalam pembagian kerja serta unit organisasi yang tersebar.
Ø  Formalisasi
Organisasi berpedoman terhadap peraturan-peraturan yang berlaku untuk mengatr perilaku para pegawainya.
Ø  Sentralisasi
Mempertimbangkan pusat dalam pengambilan keputusan.

Hubungan Vertical dan Horizontal dalam Struktur Organisasi

Terdapat dua hubungan dalam suatu organisasi, yaitu hubungan vertical dan hubungan horisontal.  Hubungan vertical diperlukan untuk mengkoordinasikan dan mengintegrasikan kegiatan dari berbagai tingkatan. Hubungan horizontal diperlukan untuk mengkoordinasikan kegiatan individu atau bagian organisasi yang berada pada tingkatan yang sama.







Bentuk Struktur Organisasi
Menurut Keith Davis ada 6 bagian bentuk struktur organisasi:
1.    Bentuk Vertikal
     Sistem organisasi pimpinan sampai organisasi yang lebih rendah digariskan dari atas ke bawah secara vertikal.
2.    Bentuk Horizontal
     Sistem organisasi pimpinan sampai organisasi yang lebih rendah digariskan dari kiri ke kanan atau sebaliknya.
3.    Bentuk  Lingkaran
     Sistem organisasi pimpinan sampai organisasi yang lebih rendah disusun dari pusat  lingkaran ke arah bidang lingkaran.
4.    Bentuk Setengah Lingkaran
     Sistem organisasi pimpinan sampai organisasi yang lebih rendah disusun dari pusat lingkaran kearah bidang bawah lingkaran atau sebaliknya
5.    Bentuk Elliptical
     Sistem organisasi pimpinan sampai organisasi yang lebih rendah dari pusat elips ke arah bidang elips.
6.    Bentuk Piramid Terbalik
     Sistem organisasi pimpinan sampai organisasi yang lebih rendah digambarkan dalam susunan berbentuk pyramid terbalik.
Menurut Richard L.Daft dibagi 5 :
1.  Fungsional
2. Divisional
3.  Matriks
4.  Tim
5. Jaringan



1.    Fungsional
Orang-orang dikelompokkan ke dalam departemen – departemen menurut kesamaan keterampilan dan aktivitas-aktivitas kerja.




2.    Divisional
Departemen dikelompokkan ke dalam divisi mandiri terpisah berdasarkan pada kesamaan produk, program, atau daerah geografis.




3.    Matriks
Rantai komando divisional dan fungsional diimplementasikan secara simulatan dan membebani satu sama lainnya dalam departemen yang sama.



4.    Tim
Organisasi membentuk serangkaian tim untuk menyelesaikan tugas-tugas khusus dan untuk mengkoordinasikan departemen-departemen utama.



5.    Jaringan
Organisasi menjadi suatu pusat yang kecil, terhubung secara elektronis dengan organisasi lainnya yang melakukan fungsi-fungsi vital.





Unsur-unsur Struktur Organisasi      
v Spesialisasi kegiatan ;pembagian tugas-tugas baik individu maupun kelompok dan menyatukan tugas-tugas tersebut menjadi satuan kerja
v Standarisasi kegiatan;prosedur-prosedur yang digunakan organisasi
v Koordinasi kegiatan;prosedur yang menyatukan fungsi-fungsi satuan kerja
v Sentralisasi dan desentralisasi;pembuatan keputusan yang menunjukkan letak pembuatan keputusan
v Ukuran satuan kerja ; jumlah karyawan dalam kelompok kerja

Fungsi atau Kegunaan Struktur dalam Organisasi
1.  Kejelasan tanggung jawab
2. Kejelasan kedudukan
3. Kejalasan uraian tugas

Perancangan Organisasi
Perancangan bentuk organisasi ke arah luar & dalam
Luar   : tuntutan/karakteristik lingkungan
Dalam: karakteristik internal organisasi

 Faktor-faktor utama yang menetukan perancangan struktur organisasi sebagai  berikut:
a)    Strategi organisasi untuk mencapai tujuannya
b)    Teknologi yang digunakan
c)    Anggota (karyawan)
d)    Ukuran organisasi



TUGAS PENGANTAR MANAJEMEN PENDIDIKAN
MANAJEMEN PERUBAHAN
DOSEN : Prof. Dr. Mukhneri Mukhtar, M.Pd
ASISTEN DOSEN : Dede Hamdani, M.Pd


Hello.... jumpa lagi.. kali ini saya bakal ngebahas yang temanya MANAJEMEN PERUBAHAN, seperti biasa yang pertama akan saya bahas adalah pengertian yang diberikan oleh beberapa para ahli.

Ø  Menurut Prof. Dr. J. Winardi,
manajemen perubahan adalah upaya yang ditempuh manajer untuk memanajemen perubahan secara efektif, dimana diperlukan pemahaman tentang persoalan motivasi, kepemimpinan, kelompok, konflik, dan komunikasi.

Ø  Menurut Wibowo
Dalam bukunya Manajemen Perubahan, Manajemen perubahan adalah suatu proses secara sistematis dalam menerapkan pengetahuan, sarana dan sumber daya yang diperlukan untuk mempengaruhi perubahan pada orang yang akan terkena dampak dari proses tersebut.

Dalam beberapa ahli diatas mengenai definisi manajemen perubahan saya dapat mengambil kesimpulan bahwa manajemen perubahan adalah proses dimana situasi yang dapat mempengaruhi baik individu,kelompok,ataupun organisasi yang dapat menuju perubahan ke arah yang positif atau negatif.

            Nah setelah tau pengertian dari manajemen perubahan, kini saya akan membahas tentang mazhab perubahan.
Mazhab Perubahan
Mahzab perubahan adalah jalan atau cara peralihan dari waktu ke waktu.Dikatakan mahzab bagi seseorang jika cara atau jalan tersebut menjadi ciri khasnya, sedangkan perubahan adalah hal (keadaan) berubah.
Ada tiga mazhab pemikiran sebagai pembentuk fondasi untuk bersandarnya teori-teori managemen :


1.    Mazhab Perspektif Individual
Pedukung mazhab ini dibagi menjadi dua kelompok yaitu :
Ø    Psikolog Behavioris
Memandang perilaku sebagai hasil interaksi seseorang dengan lingkungannya.
Ø    Gestalt-Field
Bahwa perilaku seseorang merupakan pengaruh dari lingkungan dan penalaran dalam pembelajaran yang merupakan suatu proses perolehan atau perubahan wawasan, pandangan, ekspektasi atau pola pemikiran.

2.    Mazhab Dinamika Kelompok
Mazhab ini menekankan pada pencapaian perubahan organisasi melalui tim atau kelompok kerja, ketimbang pada individu. Jadi,yang dimaksud disini ialah individu bukan tidak mempengaruhi perubahan-perubahan yang terjadi di dalam organisasi sama sekali, namun faktor terbesar terjadinya perubahan yaitu dari kelompok kerja.

3.    Mazhab Sistem Terbuka
Perubahan salah satu sistemnya berdampak pada bagian lain dalam sistem, akhirnya pada kinerja keseluruhan. Jadi,perubahan dan sistem dalam organisasi saling berkaitan satu sama lain.
Organisasi dipandang sebagai sistem “terbuka” dijelaskan dalam dua sudut pandang yaitu :
1.      Organisasi  berorientasi dengan lingkungan eksternalnya
2.      Organisasi secara internal saling berkaitan satu sama lain
          
Mahzab dari manajemen perubahan adalah sebagai berikut :
a.    Manajemen Tradisional
Manajemen tradisional adalah manajemen yang pada mulanya berkembang secara alamiah yang berorientasi fisik. Siapa yang berkuasa dialah yang menjadi pemimpin atau manajer. Manajemen ini berperinsip pada garis keturunan.

Adapun ciri-cirinya sebagai berikut :
1.   Tidak sepenuhnya menghasilkan efisiensi produksi dan keharmonisan kerja
2.     Manajer mengalami kesulitan-kesulitan dan frustasi karena karyawan tidak  selalu mengikuti pola-pola perilaku yang rasional.
3.     Karyawan bertanggung jawab atas perkerjaan tertentu yang berulang-ulang.

b.               Manajemen Klasik
                           Manajemen klasik timbul dari kebutuhan akan pedoman untuk mengelola organisasi yang kompleks, misalnya sebuah pabrik. Manajemen itu tidak dilahirkan, tetapi dapat diajarkan, asalkan prinsip-prinsip yang ada mendasari dan teori umum manajemen dapat diterapkan. Menurut Fayol (Robbins and Coulter, 1999) manajemen adalah sebuah kegiatan umum dari semua usaha manusia dalam bisnis, pemerintahan, dan rumah tangga. Ia mengungkapkan ada 14 prinsip manajemen yang merupakan kebenaran universal yang merupakan prinsip umum manajemen, yaitu :
1. Pembagian Kerja
2. Otoritas
3. Tata Tertib
4. Kesatuan Komando
5. Kesatuan Arah
6. Subrodinasi kepentingan-kepentingan individu terhadap kepentingan umum
7. Balas jasa
8. Sentralisasi
9. Hierarki
10. Tatanan
11. Kesamaan
12. Kemantapan para karyawan dalam pekerjaan
13. Inisiatif
14. Semangat

c.   Manajemen Hubungan Manusiawi
Teori hubungan manusia adalah teori yang menggambarkan cara-cara bagaimana manajer berhubungan dengan bawahannya. Aliran ini muncul karena manajer mendapati bahwa pendekatan klasik tidak dapat dicapai dengan keserasian sempurna. Masih terdapat kesulitan dimana bawahan tidak selalu mengikuti pola tingkah laku rasional dan dapat diduga. Perlu ada upaya untuk mengingatkan hubungan antarmanusia agar organisasi lebih efektif. Aliran ini untuk memperkuat aliran klasik, yaitu dengan menambahkan wawasan sosial dan psikologi.

d.  Manajemen Modern
Manajemen modern adalah perluasan dari manajemen ilmiah.
Dalam manajemen modern, konsep manajemen dibagi menjadi :
1.    Manajemen berdasarkan hasil
2.    Manajemen berdasarkan tanggungjawab social
3.    Manajemen berdasarkan sasaran
4.    Manajemen berdasarkan pengcualian
5.    Manajemen terapan


Teori Manajemen Perubahan

v  Teori Perubahan Korporat
Teori ini digagas oleh Kurt Lewin (1951) yang dikenal sebagai bapak manajemen perubahan, karena ia dianggap sebagai orang pertama dalam ilmu sosial yang secara khusus melakukan studi tentang perubahan secara ilmiah. Konsepnya dikenal dengan model force-field yang diklasifikasi sebagai model power-based karena menekankan kekuatan-kekuatan penekanan.
Menurutnya, perunbahan terjadi karena munculnya tekanan-tekanan terhadap organisasi, individu, atau kelompok. Ia berkesimpulan bahwa kekuatan tekanan (driving force) akan berhadapan dengan penolakan (resistences) untuk berubah. Langkah-langkah yang dapat diambil untuk mengelola perubahan :
a. Unfreezing(Pencairan), merupakan suatu proses penyadaran tentang perlunya, atau adanya kebutuhan untuk berubah.
b. Changing(perubahan/perpindahan), merupakan langkah tindakan untuk perubahan
c. Refreezing(pembekuan kembali), membawa kembali organisasi kepada keseimbangan yang baru

v  Teori Motivasi,
Teori ini dipelopori Berckhard dan Harris (1987) yang merumuskan teori-teori motivasi untuk berubah. Mereka menyimpulkan perubahan akan terjadi kalau ada sejumlah syarat, yaitu:
a. Manfaat-biaya. Manfaat yang diperoleh lebih besar dari pada biaya perubahan.
b. Ketidakpuasan. Adanya ketidak puasan yang menonjol terhadap keadaan sekarang.
c. Persepsi Hari Esok. Manusia dalam suatu organisasi melihat hari esok yang dipersepsikan lebih baik.
d. Cara yang praktis. Ada cara praktis yang dapat ditempuh untuk keluar dari situasi sekarang.Jika dirumuskan secara matematika sederhana menjadi persamaan sebagai berikut :
A B C > D
Keterangan :  A=Ketidakpuasan; B=Persepsi Hari Esok; C=Ada cara yang praktis; D=Biaya untuk melakukan perubahan.

v  Teori Proses Perubahan Manajerial
        Teori ini ditemukan  Beer et al. (1990.Menurut teori ini, untuk menghasilkan perubahan secara manajerial perlu dilakukan hal-hal sebagai berikut:
Memobilisasi energi para stakeholders untuk mendukung perubahan, dengan melibatkan mereka dalam menganalisis dan mendiagnosis masalah-masalah yang menghambat daya saing organisasi.
 Mengembangkan visi serta strategi untuk mengelola dan menghasilkan daya saing yang positif
Mengupayakan konsensus terhadap visi baru sehingga visi tersebut diterima sebagai kebenaran dan dikerjakan tanpa pertentangan.
 Memperluas revitalisasi pada seluruh departemen dalam organisasi.
 Mengkonsolidasi perubahan melalui kebijakan-kebijakan strategi yang diformulasikan, struktur, sistem, dan sebaginya.
5 Kegiatan Kontribusi dari Manajemen Perubahan yang Efektif
1.    Motivasi perubahan ; Anggota organisasi
2.    Menciptakan visi perubahan ;Manajer,direktur/CEO
3.    Membangun dukungan politik
4.    Mengelola transisi perubahan
5.    Mempertahankan momentum perubahan

Pelaku Perubahan
1.  Legitimacy of change  :Para perilaku perubahan dengan kekuasaan yang resmi.Misalnya,Presiden
2.  Instigators of change  :Pendorong perubahan
3.  Facilitators of change :Fasilitator perubahan

Karakteristik dan Ciri Perilaku Perubahan
1.    Memiliki pemikiran yang inovatif
2.    Selalu mencari hal-hal yang baru&menantang
3.    Perasaan ingin selalu melihat organisasinya berkembang
4.    Pandai berorganisasi

Pentingnya Manusia dalam Organisasi

Keberadaan suatu organisasi  didalamnya terdapat manusia yang melakukan peranan berbeda-beda, demikian pula karakteristik berbeda-beda pula antara satu dengan yang lainnya. Tidak ada manusia yang mempunyai persamaan dan perbedaan mutlak satu sama lain, tetapi manusia dalam organisasi seringkali diperlakukan sama. Misalnya menetapkan prosedur, jam kerja, peraturan, uraian tugas dan semacamnya semuanya diciptakan dengan berasumsi bahwa manusia dalam organisasi itu adalah sama. Manusia sebagai anggota organisasi memiliki peranan sangat penting karena kemajuan atau kemunduran suatu organisasi sangat ditentukan oleh kualitas, kuantitas dan moralitas manusia dalam organisasi.Dalam organisasi manusia bisa mendapatkan banyak manfaat seperti mengembangkan kemampuan yang dimiliki,bersosialisasi dengan orang lain dan yang terpentingkan memberikan pengalaman dalam hidup.

Perubahan Lingkungan Organisasi


            Perubahan-perubahan dalam lingkungan organisasi dapat berwujud perkembangan teknologi, perubahan kondisi ekonomi dan politik, perubahan kualitas dan sikap anggota, semakin pentingnya tanggung jawab sosial organisasi, dsb. Pengelolaan perubahan secara efektif tidak hanya diperlukan bagi kelangsungan hidup organisasi tetapi juga sebagai tantangan pengembangan. Faktor-faktor yang menimbulkan atau menyebabkan perubahan, berasal baik dari luar maupun dalam organisasi. Berbagai faktor dalam lingkungan eksternal yang menentukan kemampuan organisasi untuk menarik sumber daya : SDM dan bahan baku yang dibutuhkan atau untuk memproduksi dan memasarkan barang-barang atau jasa-jasanya, menjadi salah satu kelompok kekuatan penyebab perubahan. Berbagai faktor dalam lingkungan internal yang memengaruhi organisasi melaksanakan kegiatan-kegiatannya, juga merupakan kelompok yang menyebabkan timbulnya perubahan dalam organisasi.